Kabarito.id – Lalat yang berkerumun di jendela depan sebuah rumah kontrakan di Indarung, Kota Padang, menjadi petunjuk awal terungkapnya kematian janggal seorang pedagang lansia, Minggu (8/11/2026). Perempuan berinisial P (78) itu ditemukan tak bernyawa dengan mulut dan kedua kaki terikat lakban hitam.
Pemilik kontrakan, MO (70), pensiunan PT Semen Padang, mulai curiga karena penyewanya tidak terlihat selama dua hari. Pintu rumah terkunci dan kuncinya tidak ada. Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Dedi Arma, menyebut kecurigaan itu menguat setelah MO melihat banyak lalat di jendela depan.
“Pengontrak tidak terlihat selama dua hari dan pintu rumah terkunci. Saksi juga melihat banyak lalat di jendela depan sehingga timbul kecurigaan,” kata Dedi, Minggu malam.
Cek ke Lapak, Korban Sudah Beberapa Hari Tak Berjualan
Untuk memastikan, MO mendatangi lapak tempat korban berjualan di Packing Plant Indarung (PPI). Dari sana ia mengetahui korban sudah beberapa hari tidak membuka dagangannya. MO lalu meminta istrinya, D (67), mengabari anak korban.
Anak korban berinisial E (56), seorang sopir asal Jorong Pambatan Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB. Ia langsung membuka paksa pintu samping rumah di Jalan Baru Indarung Nomor 43, RT 02 RW 02.
Di dalam kamar, E mendapati ibunya sudah meninggal di atas tempat tidur. Kedua kaki dan mulut korban terikat lakban hitam, tubuhnya tertindih kasur, dan jenazah mengeluarkan bau busuk. Menurut Dedi, jenazah ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB.
Polisi Pasang Garis Polisi, Jenazah Diotopsi
Sekitar pukul 17.45 WIB, Kapolsek bersama Perwira Pengawas, Kepala SPKT, serta petugas piket Polsek dan Polresta Padang tiba di lokasi, mengamankan TKP, dan mencatat keterangan saksi.
Pukul 19.00 WIB, unit Kasat Reskrim bersama tim identifikasi Satreskrim Polresta Padang melakukan olah TKP. Pada pukul 19.25 WIB, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk visum luar dan dalam atau otopsi.
Penanganan perkara kini dilanjutkan Satreskrim Polresta Padang, dan rumah korban dipasangi garis polisi selama penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tentang penyebab kematian. Hasil otopsi diharapkan dapat menjelaskan peristiwa yang menimpa korban. (*)













