Kabarito.id – Gunung Marapi di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi pada dini hari ketika sebagian besar warga masih tidur. Erupsi terjadi Minggu (8/11/2026) pukul 00.34 WIB, namun kolom abu tidak sempat terlihat karena erupsi berlangsung dini hari.
Meski tak terpantau secara visual, letusan tercatat jelas oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 4,9 mm dan durasi sekitar 30 detik. Data inilah yang menjadi dasar petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi memastikan adanya erupsi.
Pusat erupsi berada di Kawah Verbeek. Karena itu, masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah tersebut.
Selain itu, warga yang tinggal di lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta waspada terhadap lahar, terutama saat hujan deras. Jika hujan abu terjadi, warga dianjurkan memakai masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata dan kulit untuk mencegah ISPA. Air bersih perlu diamankan, dan atap rumah dibersihkan dari abu tebal agar tidak roboh.
Seluruh pihak diimbau menjaga situasi tetap kondusif, tidak menyebarkan hoaks, dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Marapi di Jl. Prof. Hazairin No. 168 Bukittinggi.
Perkembangan aktivitas dan rekomendasi terbaru dapat dipantau lewat aplikasi MAGMA Indonesia di Google Play Store, atau situs magma.esdm.go.id, vsi.esdm.go.id, dan geologi.esdm.go.id. (*)











