Kabarito.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (16/5/2026) pukul 10.19 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau setara 3.391 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Bilal Allegra Munbaits, melaporkan bahwa kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Arah sebaran abu condong ke tenggara. Aktivitas vulkanik ini tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 32 detik.
Hingga saat ini, Gunung Marapi masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait kondisi gunung berapi tersebut.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi serta para pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang keras memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek. Larangan ini diberlakukan untuk meminimalkan risiko dampak langsung dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta tetap waspada terhadap ancaman lahar, khususnya saat musim hujan. Lahar dingin dapat terbentuk ketika material vulkanik bercampur dengan air hujan dan mengalir deras menuruni lereng gunung.
Apabila terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan saluran pernapasan seperti ISPA. Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan. Warga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu agar tidak ambruk akibat beban berlebih.
PVMBG juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Publik diimbau tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks serta tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah setempat.
Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. Koordinasi juga dapat dilakukan langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi yang beralamat di Jalan Prof. Hazairin Nomor 168, Bukittinggi, untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi terbaru terkait Gunung Marapi melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang tersedia di Google Playstore. Informasi juga dapat diakses melalui situs resmi PVMBG di https://magma.esdm.go.id, https://vsi.esdm.go.id, dan https://geologi.esdm.go.id.
PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Marapi secara berkelanjutan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bahaya vulkanik di masa mendatang. (*)












