News

1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027 Versi Kalender Hijriah Global Tunggal

×

1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027 Versi Kalender Hijriah Global Tunggal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ramadan. (Dok: Pexels)

Kabarito.id – Awal Ramadan 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada Senin (8/2/2027). Penetapan itu mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem penanggalan yang menyatukan awal bulan kamariah bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam kerangka kalender ini, perbedaan waktu dan letak geografis tidak lagi menjadi alasan untuk menetapkan tanggal yang berbeda, sepanjang parameter yang disepakati telah terpenuhi.

Ijtimak Terjadi pada 6 Februari 2027

Data astronomis menunjukkan konjungsi atau ijtimak menjelang akhir Syakban 1448 H berlangsung pada Sabtu (6/2/2027) pukul 15.56.07 UTC. Meski demikian, parameter KHGT belum terpenuhi pada hari terjadinya ijtimak tersebut.

Kriteria baru tercapai sehari kemudian, yakni pada Minggu (7/2/2027) di Darwin, Australia. Di kota di belahan bumi selatan itu, Matahari terbenam pada pukul 18.47.59 waktu setempat atau 09.17.59 UTC. Saat itu, tinggi Bulan geosentrik tercatat +5° 54′ 45″ dengan elongasi geosentrik 8° 14′ 19″.

Syarat Elongasi dan Tinggi Bulan

Angka-angka tersebut berkaitan langsung dengan kriteria astronomis yang digunakan KHGT untuk menentukan awal bulan kamariah. Kalender ini mensyaratkan elongasi geosentrik minimal 8 derajat dan tinggi Bulan geosentrik minimal 5 derajat sebelum pukul 00.00 UTC. Dengan demikian, catatan di Darwin telah melampaui kedua batas minimum tersebut.

Baca  Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Laut Barat Daya Meulaboh, Terasa di 8 Wilayah Aceh

Terpenuhinya kedua parameter itu di suatu wilayah di permukaan bumi menjadi dasar penentuan awal bulan secara global. Berdasarkan prinsip tersebut, awal bulan tidak harus menunggu hilal memenuhi kriteria di setiap negara. Hilal juga tidak perlu terlihat secara bersamaan dari seluruh penjuru dunia.

Berbeda dari Pengamatan Lokal

Prinsip itu memperlihatkan perbedaan mendasar antara kalender global dan penentuan awal bulan yang bertumpu pada hasil pengamatan lokal. Dalam KHGT, pengamatan di suatu wilayah menjadi bagian dari data astronomis global. Pengamatan itu bukan lagi batas geografis yang menentukan kapan seluruh umat Islam memasuki bulan baru.

Selama kriteria yang ditetapkan telah terpenuhi, awal bulan diberlakukan secara serentak di seluruh dunia. Pendekatan ini diarahkan untuk menghadirkan kepastian waktu ibadah. Di sisi lain, pendekatan tersebut dimaksudkan untuk membangun sistem penanggalan Islam yang dapat digunakan dalam kehidupan sipil dan perencanaan jangka panjang.

Baca  HKA dan TBKA Sepakati Penggabungan Bersyarat demi Penataan Anak Usaha BUMN

Ketentuan Pengecualian

KHGT juga memuat ketentuan pengecualian untuk kondisi astronomis tertentu. Salah satu skenario yang diperhitungkan adalah ijtimak yang terjadi di Selandia Baru sebelum fajar, kemudian parameter imkan rukyat terpenuhi di wilayah daratan Benua Amerika. Ketentuan ini mempertimbangkan posisi Selandia Baru di kawasan paling timur dalam cakupan perhitungan kalender, sedangkan Benua Amerika berada di kawasan barat.

Pengecualian tersebut merupakan bagian dari mekanisme kalender untuk menjaga kesinambungan penentuan awal bulan secara global. Mekanisme itu berlaku ketika kondisi astronomis pada batas pergantian hari memerlukan perlakuan khusus.

Penetapan 1 Ramadan 1448 H

Dengan terpenuhinya parameter kalender pada Minggu (7/2/2027) KHGT menetapkan Senin (8/2/2027) sebagai 1 Ramadan 1448 H. Penetapan ini menempatkan perhitungan astronomis dalam kerangka kalender yang berorientasi pada kesatuan waktu umat Islam. (*)