Sumbar

Tuapejat Diguncang Gempa Tektonik M4.0 Akibat Aktivitas Sesar Mentawai, Begini Penjelasan BMKG

×

Tuapejat Diguncang Gempa Tektonik M4.0 Akibat Aktivitas Sesar Mentawai, Begini Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
BMKG Padang Panjang melaporkan gempa bumi tektonik M4.0 di Tuapejat pada Kamis (14/5/2026) pukul 13.27 WIB. (Dok: BMKG Padang Panjang)

Kabarito.id – Wilayah Tuapejat, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Kamis siang (14/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang melaporkan bahwa gempabumi tersebut memiliki magnitudo M4.0 dan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, S.T, M.T, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 13.27 WIB. Berdasarkan hasil analisis parameter, pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 2.15° LS dan 100.01° BT.

“Lokasi gempa berada di laut pada jarak 49 kilometer arah Timur Tuapejat, Sumatera Barat, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 45 kilometer,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Kamis.

Baca  Balita 4 Tahun Hilang Misterius, Diduga Tenggelam di Sungai Ketaping Padang Pariaman

Penyebab dan Dampak Guncangan

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai jenis gempabumi dangkal. Fenomena tektonik ini terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai di kawasan tersebut.

Peta guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan di wilayah Pagai dan Sipora dengan intensitas I-II MMI. Pada skala ini, getaran umumnya hanya terekam oleh alat seismograf atau dirasakan oleh beberapa orang, yang ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang perlahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak fisik lainnya yang diakibatkan oleh guncangan tersebut.

Baca  Tingkatkan Kepedulian Sosial, Polsek Sijunjung Berikan Bantuan Sembako kepada Pengemudi Ojek

Monitoring Gempa Susulan

BMKG terus melakukan pemantauan intensif pasca-kejadian. Hingga pukul 14:00 WIB, hasil monitoring menunjukkan belum adanya tanda-tanda aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Suaidi menekankan pentingnya mengakses informasi dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi, baik melalui media sosial @infoBMKG, laman situs resmi, maupun aplikasi mobile resmi (infobmkg/wrs-bmkg).

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui saluran-saluran yang sah untuk menghindari disinformasi,” tutup Suaidi. (*)