Kabarito.id – Gelaran tahunan Record Store Day (RSD) Padang dipastikan kembali menyapa para penikmat musik di Sumatera Barat pada 16 Mei 2026 mendatang. Bertempat di Fabriek Padang, perhelatan kali ini mengusung misi besar sebagai ruang konsolidasi kolektif bagi musisi, pemilik toko rekaman, kolektor, hingga seniman visual guna memperkuat ekosistem musik independen lokal.
Meiza Pratama, Organizer sekaligus Kolaborator RSD Padang, menjelaskan bahwa agenda tahun ini merupakan bentuk perayaan yang lebih matang. Menurutnya, acara ini bukan sekadar ajang jual beli rilisan fisik, melainkan jembatan pertemuan strategis bagi para pelaku industri kreatif di Sumatera Barat.
“RSD Padang kembali dirayakan untuk membangun titik temu antara rilisan fisik dan pengalaman kolektif sebagai satu ekosistem yang saling terkait,” ujar Meiza dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa fokus utama tahun ini adalah menciptakan kerja kolaboratif lintas komunitas yang berkelanjutan.
Rilisan Eksklusif dan Inovasi Visual
Salah satu daya tarik utama RSD Padang 2026 adalah peluncuran rilisan fisik eksklusif. Berbeda dengan jadwal global, panitia memutuskan untuk sedikit menggeser waktu pelaksanaan demi memaksimalkan produksi kompilasi Vinyl 7 inci. Piringan hitam ini merangkum karya dari 13 band dan solois Sumatera Barat yang terjaring melalui sistem open submission.
Selain format piringan hitam, label Swara Records juga akan meluncurkan kaset pita bertajuk “Various Artist” dalam jumlah yang sangat terbatas, yakni hanya 20 kopi. Kehadiran rilisan ini diharapkan menjadi simbol keberlanjutan skena sekaligus barang buruan bagi para kolektor.
Untuk memperkuat identitas visual, perhelatan ini turut melibatkan sejumlah seniman rupa seperti Wanda, Arkadata, Garlov, dan Rafi dalam pengerjaan artwork eksklusif.
Pengalaman Imersif Melalui Live Showcase
Tidak berhenti pada apresiasi produk fisik, RSD Padang 2026 juga menawarkan pengalaman audio visual melalui Live Showcase modern. Pendekatan imersif ini sengaja diambil untuk memperluas jangkauan audiens, khususnya generasi baru penikmat musik alternatif agar lebih dekat dengan budaya independen.
Acara ini akan dimeriahkan oleh deretan musisi lintas genre, di antaranya Jordanson, Wakas, YTTA, Giggle, FRYTH, Nerd Blast, Million Hopes, Soufrrance, Prokontra, Voidgrip, Euphonius, dan Samoa.
Melalui semangat kolektif ini, Meiza berharap RSD Padang mampu menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan industri musik di Sumatera Barat ke depannya. “Harapannya, tercipta kerja-kerja kolaborasi yang bertahan lama dan mampu memperkuat posisi ekosistem musik lokal,” pungkasnya. (*)


