Kabarito.id – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kompetensi di sektor kepelabuhanan nonpetikemas. Perusahaan kembali mengukuhkan komitmen pengembangan talenta dengan meresmikan kelulusan para peserta program strategis mereka melalui agenda HiPO Batch II Graduation yang digelar di Phinisi Function Hall, Pelindo Tower, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Program High Potential Employee (HiPO) merupakan inisiatif berkelanjutan yang dirancang sejak 2023 untuk menjawab kompleksitas operasional di sektor multipurpose. Program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama operasional pelabuhan, yakni General Cargo, Curah Kering, dan Curah Cair. Melalui program ini, PTP Nonpetikemas berambisi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga tangguh dalam aspek manajerial.
Direktur PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa integritas dan sinergi adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, keberhasilan program ini merupakan buah dari kolaborasi solid di internal Pelindo Group untuk menciptakan budaya kerja yang berkelanjutan.
“Persaingan usaha di tengah ketidakpastian global menuntut integritas dan sinergi yang kuat,” ujar Indra dalam sambutannya di Jakarta.
Senada dengan hal tersebut, Bambang Sakti menjelaskan bahwa terdapat optimasi pada angkatan kedua ini. Durasi program yang sebelumnya berjalan selama 18 bulan pada Batch I, kini dipertajam menjadi 9 bulan pada Batch II tanpa mengabaikan kualitas kurikulum. Sebanyak 30 peserta terpilih dari berbagai unitseperti Operasi, HSSE, hingga Perencanaan mengikuti metode pembelajaran 10-20-70 yang menggabungkan pelatihan formal, pembelajaran sosial, dan praktik lapangan secara mendalam.
Dari sisi holding, Basuki Soleh yang mewakili Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero), mengapresiasi ketangguhan para peserta yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan ketat. Ia berharap para lulusan dapat menerapkan budaya kerja anti-fragility dan senantiasa mengedepankan keselamatan di seluruh lini operasional.
Aspek keselamatan memang menjadi sorotan utama dalam industri pelabuhan. Edi Priyanto menambahkan bahwa lulusan HiPO harus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif. Ia menekankan bahwa tidak ada prestasi operasional yang berarti jika standar keselamatan diabaikan.
Sebagai bentuk apresiasi, PTP Nonpetikemas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah peserta terbaik dalam kategori Top Talent dan Top Group. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan kinerja, kompetensi teknis, serta kontribusi nyata selama masa pendidikan berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu memberikan layanan pelabuhan multipurpose yang semakin kompetitif dan berdaya saing tinggi di kancah internasional. (*)






