Kabarito.id – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Zahir, warga Air Tawar Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut terseret arus Sungai Batang Kuranji. Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 08.15 WIB, atau sekitar 150 meter dari titik terakhir korban terlihat atau last known position (LKP).
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Hendri, menjelaskan bahwa laporan awal kejadian diterima dari seorang warga Air Tawar Barat bernama Jimmy pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 13.30 WIB. Informasi tersebut menyebutkan adanya satu orang yang diduga hanyut di Sungai Batang Kuranji dalam kondisi membahayakan manusia.
Berdasarkan data yang dihimpun, lokasi kejadian berada pada perkiraan koordinat 0°54’14.50″S – 100°20’40.96″T. Titik tersebut berjarak garis lurus sekitar 11,07 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, dengan jarak tempuh darat sejauh 14,4 kilometer pada radial 169,34 derajat arah selatan. Estimasi waktu tempuh menuju lokasi tersebut sekitar 30 menit.
Kronologi Kejadian
Hendri memaparkan, peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama sejumlah teman-temannya sedang mandi di aliran Sungai Batang Kuranji yang berada di kawasan Air Tawar Barat. Tidak berselang lama, tepatnya pukul 13.15 WIB, korban dilaporkan tenggelam terbawa arus sungai.
Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri. Namun hingga hari itu, korban belum juga ditemukan, sehingga laporan kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Kelas A Padang untuk ditindaklanjuti dengan operasi pencarian dan pertolongan secara resmi.
Operasi SAR Hari Kedua
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB, Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Padang melanjutkan pencarian pada hari operasi kedua (H2). Pencarian difokuskan pada area di sekitar LKP dengan luas search area mencapai 2 mil laut (NM). Area pencarian tersebut dibatasi oleh empat titik koordinat, yakni:
Titik A: 0°53’46.93″S – 100°20’37.60″T
Titik B: 0°54’45.33″S – 100°20’43.86″T
Titik C: 0°54’49.29″S – 100°19’42.14″T
Titik D: 0°53’47.17″S – 100°19’38.85″T
Hasil pencarian membuahkan hasil pada pukul 08.15 WIB. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada koordinat 0°54’18.27″S – 100°20’35.68″T, atau sekitar 150 meter dari LKP dengan arah barat daya. Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia, kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Tim SAR Gabungan menemukan korban sekitar 150 meter dari lokasi terakhir yang diketahui, dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban selanjutnya kami bawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga,” kata Hendri, Minggu (16/8/2026).
Selanjutnya, pukul 09.05 WIB, dilakukan proses debriefing atau evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian sebelum kembali ke satuan masing-masing. Dalam kesempatan itu, Kantor SAR Kelas A Padang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bahu-membahu dalam operasi pencarian ini. Dengan ditemukannya korban, kami mengusulkan agar operasi SAR ini dinyatakan ditutup,” ujar Hendri.
Peralatan dan Unsur yang Dikerahkan
Dalam menjalankan operasi pencarian, Tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama dan peralatan SAR (Alut dan Palsar), antara lain rescue truck, life craft rescue (LCR) dan mopel, peralatan SAR air, peralatan SAR medis, peralatan SAR komunikasi, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
Operasi ini turut melibatkan berbagai unsur gabungan, meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang sebanyak 6 orang, Polairud 4 orang, Polsek 3 orang, Brimob 12 orang, Koramil 2 orang, BPBD 4 orang, Damkar 6 orang, Satpol PP Linmas 15 orang, Gurila Rescue 2 orang, unsur Kecamatan 4 orang, unsur Kelurahan 4 orang, serta partisipasi masyarakat sebanyak 20 orang. Secara keseluruhan, operasi ini melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Kondisi Cuaca dan Faktor Pendukung
Selama proses pencarian berlangsung, tidak ditemukan adanya faktor penghambat yang berarti. Adapun kondisi cuaca di lokasi pencarian pada saat operasi berlangsung tercatat berawan, dengan kecepatan angin sekitar 4 knot. Kondisi cuaca yang relatif stabil tersebut turut mendukung kelancaran proses evakuasi korban hingga operasi pencarian dapat diselesaikan pada hari kedua.
Dengan ditemukannya korban dan telah dilaksanakannya proses evakuasi serta serah terima kepada pihak keluarga, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang resmi mengusulkan penutupan operasi SAR terhadap insiden hanyutnya bocah 11 tahun di Sungai Batang Kuranji tersebut. (*)













