Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca perairan di kawasan Sumatera Barat untuk periode 16 Juli hingga 19 Juli 2026. Masyarakat, khususnya para pengguna transportasi laut dan nelayan, diminta mengantisipasi potensi gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan terkini, terdapat ancaman gelombang laut dengan kategori rendah hingga sedang di sejumlah titik. Namun, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan di beberapa wilayah perairan spesifik yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
“Potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 Meter di wilayah perairan Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, Perairan Timur Sipora,” ujar Sahat Mauli Pasaribu dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Fluktuasi Cuaca: Kabut hingga Hujan Petir
Selain ancaman gelombang, kondisi atmosfer di perairan Sumatera Barat juga diprediksi mengalami perubahan dinamika cuaca yang cukup fluktuatif selama tiga hari ke depan.
Pada periode pertama, yakni Kamis, 16 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 17 Juli 2026 pukul 06.00 WIB, cuaca diperkirakan berkisar antara cerah berawan hingga hujan ringan. BMKG mendeteksi adanya potensi kabut yang dapat mengganggu jarak pandang di wilayah Perairan Agam – Pasaman Barat, Perairan Barat Siberut, Perairan Padang – Padang Pariaman, serta Perairan Pesisir Selatan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan diproyeksikan mengguyur wilayah Perairan Barat Pagai dan Perairan Timur Pagai. Adapun fenomena udara kabur berpotensi muncul di Perairan Barat Sipora, Perairan Timur Siberut, dan Perairan Timur Sipora. Pada masa ini, angin bergerak dari arah Timur menuju Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 11 knots.
Memasuki hari kedua, mulai Jumat, 17 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca diperkirakan memburuk menjadi cerah berawan hingga hujan disertai petir. Wilayah seperti Perairan Agam – Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Pesisir Selatan, dan Perairan Timur Siberut diprediksi mengalami hujan ringan.
Lebih lanjut, BMKG meminta kewaspadaan terhadap potensi hujan petir yang berpeluang terjadi di Perairan Barat Sipora, Perairan Padang – Padang Pariaman, Perairan Timur Pagai, serta Perairan Timur Sipora. Pada periode ini, pola pergerakan angin dan kecepatan gelombang masih sama, yakni bertiup dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan 2 hingga 11 knots, serta potensi tinggi gelombang yang tetap konsisten mencapai 2,5 meter di Kepulauan Mentawai (Pagai, Siberut, dan Sipora).
Tren Berawan Tebal dan Estimasi Pasang Surut
Pada hari ketiga pengamatan, Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 19 Juli 2026 pukul 06.00 WIB, atmosfer cenderung didominasi oleh awan tebal hingga hujan intensitas ringan. Hujan ringan berpeluang merata di hampir seluruh kawasan perairan, meliputi Perairan Agam – Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang – Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, dan Perairan Timur Sipora. Fenomena kabut juga diprediksi kembali menyelimuti wilayah Perairan Barat Siberut.
Perubahan terjadi pada sektor pergerakan angin yang beralih arah dari Timur Laut menuju Timur, dengan kecepatan yang sedikit melandai antara 2 hingga 6 knots. Kendati demikian, ancaman gelombang setinggi 2,5 meter di perairan barat dan timur pulau Siberut, Sipora, serta Pagai masih belum mereda.
Untuk mendukung keselamatan aktivitas di pesisir, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis data prediksi pasang surut air laut khusus untuk tanggal 16 Juli 2026. Waktu pasang air laut diperkirakan terjadi dua kali, yaitu pada pagi hari pukul 05:00 – 10:00 WIB dan malam hari pukul 18:00 – 22:00 WIB. Sebaliknya, fase air surut diprediksi berlangsung pada dini hari pukul 00:00 – 03:00 WIB serta siang hari pukul 13:00 – 16:00 WIB.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar selalu memantau perkembangan cuaca secara berkala sebelum melakukan aktivitas di laut demi menjamin keamanan dan kenyamanan. Informasi resmi dan pembaruan data cuaca maritim dapat diakses langsung oleh publik melalui situs web resmi di maritim.bmkg.go.id. (*)












