Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026).
Prakirawan BMKG Minangkabau merilis informasi prakiraan cuaca yang mencakup kondisi meteorologis selama 24 jam ke depan. Berdasarkan analisis cuaca terkini yang dikeluarkan pukul 08.30 WIB, langit wilayah Sumatera Barat diprediksi berawan pada pagi hari.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca berubah menjadi berawan disertai hujan ringan di sejumlah lokasi. Namun, intensitas hujan diperkirakan meningkat menjadi sedang hingga lebat di beberapa daerah, meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.
Pada malam hari, langit akan kembali berawan dengan potensi hujan ringan di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Sementara itu, memasuki dini hari, cuaca berawan dengan hujan ringan hanya diprediksi terjadi di kawasan Kepulauan Mentawai.
Dari sisi parameter meteorologi, suhu udara di wilayah Sumatera Barat diprakirakan berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius. Kelembaban udara relatif tinggi, mencapai 65 hingga 98 persen. Kondisi angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara menuju barat laut dengan kecepatan bervariasi antara 4 hingga 26 kilometer per jam.
BMKG secara khusus mengeluarkan peringatan dini harian kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di 11 wilayah, yakni Kepulauan Mentawai, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan kawasan sekitarnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG di www.bmkg.go.id guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. (*)












