HeadlineSumbar

Polda Sumbar Peringatkan Bahaya Puntung Rokok Sembarangan Saat Musim Kemarau, Ancaman Karhutla Mengintai

×

Polda Sumbar Peringatkan Bahaya Puntung Rokok Sembarangan Saat Musim Kemarau, Ancaman Karhutla Mengintai

Sebarkan artikel ini
Polda Sumbar imbau masyarakat tidak buang puntung rokok sembarangan saat musim kemarau. (Dok: Polda Sumbar)

Kabarito.id – Memasuki periode musim kemarau, Polda Sumbar mengambil langkah proaktif dengan mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Seruan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kebakaran permukiman yang kerap melonjak tajam seiring datangnya musim kering.

Imbauan tersebut disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi Humas Polda Sumbar dalam bentuk konten edukatif. Pihak kepolisian secara gamblang mengilustrasikan bagaimana satu tindakan yang tampak sepele membuang puntung rokok yang masih membara berpotensi memantik bencana berskala besar, mengancam keselamatan jiwa manusia sekaligus merusak ekosistem lingkungan hidup.

Kondisi Cuaca Kering Perparah Risiko Kebakaran

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Susmelawati Rosya, menjelaskan bahwa kondisi cuaca panas dan kering yang mendominasi musim kemarau menjadikan berbagai material organik seperti rumput dan tumpukan sampah berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut api.

“Kami mengingatkan kembali kepada masyarakat, khususnya para perokok, bahwa satu puntung rokok yang dibuang dalam keadaan menyala bisa menjadi sumber bencana besar. Di musim kemarau seperti sekarang, rumput dan semak-semak sangat kering, sehingga percikan api kecil saja sudah cukup untuk memicu kebakaran hebat,” ujar Kombes Pol Susmelawati dalam keterangannya di Mapolda Sumbar, Rabu (10/6/2026).

Baca  Rumah Warga di Bukit Gado-Gado Padang Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang, Kerugian Capai Rp65 Juta

Lebih jauh, Kombes Pol Susmelawati memaparkan empat poin krusial yang perlu dipahami dan diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat berkaitan dengan ancaman ini.

Empat Ancaman Serius yang Wajib Diwaspadai

Pertama, soal potensi pemicu kebakaran langsung. Puntung rokok yang dilempar begitu saja dalam kondisi bara aktif memiliki kemampuan untuk seketika membakar rumput, ilalang kering, maupun tumpukan sampah yang ada di sekitarnya.

Kedua, faktor cuaca musim kemarau yang memperburuk situasi. Kombinasi antara terik matahari yang intens dan hembusan angin kencang membuat api yang semula kecil mampu menjalar jauh lebih cepat dan meluas ke area yang lebih besar dalam waktu singkat.

Ketiga, dampak yang mengancam keselamatan secara langsung. Kelalaian sekecil apapun tidak hanya berujung pada kerusakan ekosistem dan lingkungan hidup, tetapi juga secara nyata membahayakan aset berharga, hunian warga, hingga keselamatan jiwa masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Baca  Dua Sepeda Motor Bertabrakan di Sungai Limau, Tiga Orang Mengalami Luka-luka

Keempat, kesadaran dalam membuang puntung rokok dengan benar. Masyarakat, terutama para perokok, didorong untuk membangun kebiasaan positif dengan memastikan puntung rokok sudah benar-benar padam secara total sebelum dibuang ke tempat pembuangan yang semestinya.

Ajakan Bersama Jaga Lingkungan

Di penghujung pernyataannya, Kabid Humas Polda Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut andil secara aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan saling mengingatkan satu sama lain.

“Mari kita jaga bersama lingkungan kita. Jangan sampai kelalaian kecil merugikan banyak orang. Jika melihat adanya titik api atau tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, segera laporkan ke petugas kepolisian terdekat atau instansi terkait agar bisa segera ditanggulangi,” pungkas Kombes Pol Susmelawati.

Imbauan ini menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran yang semakin nyata di tengah perubahan iklim. Kesadaran kolektif dan tindakan pencegahan sekecil apapun dari setiap individu diyakini menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian karhutla di Sumatera Barat. (*)