Sumbar

Peringatan Dini Cuaca Sumbar 28 Juni 2026, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Sedang-Lebat

×

Peringatan Dini Cuaca Sumbar 28 Juni 2026, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Sedang-Lebat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi memakai payung saat hujan. (Dok: Pexels)

Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan informasi prakiraan cuaca Sumatera Barat untuk tanggal 28 Juni 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Minggu pagi, sejumlah wilayah di Ranah Minang diminta meningkatkan kewaspadaan terkait adanya peringatan dini harian akibat potensi cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat mengatakan bahwa kondisi cuaca di Sumatera Barat akan mengalami perubahan yang cukup signifikan mulai dari siang hingga dini hari nanti.

“Berikut kami sampaikan Informasi Prakiraan Cuaca Sumatera Barat untuk tanggal 28 Juni 2026. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bersiaga, terutama di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona peringatan dini harian, karena adanya siaga potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujar Raafi Darojat dalam keterangan resminya, Minggu (28/6/2026) pukul 08.50 WIB.

Rincian Kondisi Cuaca Sepanjang Hari

BMKG memetakan kondisi atmosfer Sumatera Barat ke dalam empat fase waktu, berikut wilayah berpotensi hujan sedang-lebat serta hujan ringan, ini rinciannya:

Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Barat diperkirakan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan. Kendati demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan diprediksi dapat terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai.

Baca  Prakiraan Cuaca Sumbar 21 Juni 2026: Cek Wilayah Terdampak Hujan Sedang-Lebat Berikut Ini

Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca cenderung berubah menjadi berawan. BMKG mendeteksi adanya potensi hujan ringan di sejumlah daerah, meliputi Kepulauan Mentawai, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Solok. Sementara itu, wilayah Pasaman Barat mulai harus meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pada malam hari, cuaca berawan masih akan menyelimuti Sumatera Barat. Hujan intensitas ringan berpeluang turun di Kepulauan Mentawai, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meluas ke beberapa titik, yaitu Pasaman Barat, Agam, Padang, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.

Selanjutnya pada dini hari, kondisi berawan diproyeksikan merata di berbagai wilayah. Hujan ringan berpotensi membasahi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Pariaman, Pasaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Di sisi lain, guyuran hujan sedang hingga lebat diprediksi akan melanda kawasan Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, dan Lima Puluh Kota.

Baca  Pelajar SMK di Pariaman Tewas usai Hanyut Saat Mandi-mandi Bersama Teman

Parameter Udara dan Peringatan Dini BMKG

Selain proyeksi curah hujan, BMKG Minangkabau juga merilis indikator parameter udara di Sumatera Barat untuk hari ini. Suhu udara diperkirakan berada pada rentang 17 hingga 32 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembaban udara berada di angka 65 sampai 98 persen. Untuk pergerakan angin, diprediksi bertiup dari arah Barat Daya menuju Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 24 kilometer per jam.

Sebagai langkah antisipasi penanggulangan bencana hidrometeorologi, BMKG Minangkabau menegaskan adanya maklumat waspada melalui peringatan dini harian. Masyarakat yang berada di wilayah Pasaman Barat, Agam, Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan area di sekitarnya diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak genangan, banjir, maupun tanah longsor yang dapat dipicu oleh hujan lebat tersebut. Informasi resmi mengenai perkembangan cuaca ini dapat dipantau secara berkala melalui saluran resmi BMKG. (*)