Kabarito.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata memperkenalkan pembaruan sistem transportasi publik guna mendukung mobilitas warga dan wisatawan.
Melalui rilis resmi di kanal digitalnya pada Selasa (28/4/2026), instansi terkait menekankan bahwa keliling Kota Padang tanpa takut macet dan ribet kini semakin mudah dilakukan melalui layanan bus Trans Padang.
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna, pemerintah merilis Peta Jaringan & Integrasi Koridor Trans Padang Terbaru (Versi 1.3 – April 2026). Saat ini, terdapat enam koridor yang telah saling terhubung secara terintegrasi, memungkinkan masyarakat untuk menjangkau berbagai titik strategis tanpa kendala.
Rute terbaru Trans Padang yang bikin weekend getaway semakin efisien ini mencakup akses ke destinasi populer seperti kawasan Pantai Purus untuk menikmati matahari terbenam, hingga wisata religi ke Masjid Raya Sumatera Barat dan Masjid Al Hakim. Bahkan, layanan ini telah menjangkau kawasan pesisir Bungus bagi warga yang ingin mencari suasana tenang.
Aspek biaya menjadi keunggulan utama transportasi massal ini. Untuk menikmati fasilitas tersebut, masyarakat cukup modal Rp3.500 bagi kategori umum, sementara bagi pelajar dikenakan tarif khusus sebesar Rp1.500.
Kebijakan tarif ini diharapkan dapat menekan pengeluaran transportasi masyarakat sehingga anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
Sejalan dengan digitalisasi layanan publik, Trans Padang kini menerapkan sistem pembayaran nontunai sepenuhnya (100% cashless). Pengguna jasa dapat melakukan transaksi menggunakan kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, maupun pemindaian QRIS melalui berbagai aplikasi dompet digital.
Langkah ini diambil untuk mempercepat proses masuk ke bus dan meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.
Selain menawarkan kemudahan dan efisiensi biaya, penggunaan bus Trans Padang juga dipromosikan sebagai langkah nyata dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Padang. Dengan beralih ke transportasi umum, masyarakat secara tidak langsung berkontribusi dalam menjaga kualitas udara kota agar tetap bersih.
Pemerintah berharap pembaruan peta integrasi ini dapat mendorong lebih banyak warga untuk memanfaatkan fasilitas publik dalam aktivitas harian maupun liburan akhir pekan. (*)













