HeadlineSumbar

Hujan Deras Picu Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Ratusan Rumah Terdampak

×

Hujan Deras Picu Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Ratusan Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). Tim SAR menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan air akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang. (Dok: Kantor SAR Kelas A Padang)

Kabarito.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kota Padang, memicu luapan air hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah, Sabtu (10/10/2026). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat, wilayah terdampak tersebar di enam kelurahan yang berada di tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Nanggalo, serta Kuranji.

Berdasarkan pembaruan data hingga Minggu (11/10/2026) pukul 07.30 WIB, tercatat sebanyak 498 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Selain itu, sebanyak 672 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi.

Bencana banjir ini bermula dari hujan lebat yang mulai mengguyur kawasan Padang sejak pukul 12.00 WIB. Pihak berwenang menerima laporan awal masuknya genangan air dari kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, pada pukul 12.52 WIB. Luapan air kemudian secara cepat meluas ke berbagai titik lain, dengan kondisi terdampak tercatat pada pukul 13.30 WIB.

“Hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, dan laporan banjir pertama kami terima dari Guo, Kelurahan Kuranji, pukul 12.52 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Minggu (11/10/2026).

Peta Wilayah Terdampak dan Sebaran Korban

Rincian wilayah yang terendam mencakup Kelurahan Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, serta Batipuah Panjang di Kecamatan Koto Tangah. Di Kecamatan Nanggalo, genangan melanda Kelurahan Tabing Banda Gadang dan Gurun Laweh. Sementara itu, di Kecamatan Kuranji, wilayah terdampak berfokus di Kelurahan Kuranji.

Kelurahan Kuranji menjadi lokasi dengan jumlah warga terdampak paling banyak, yakni mencapai 245 jiwa. Untuk Kecamatan Koto Tangah, tercatat 75 jiwa terdampak di Lubuk Minturun dan 133 jiwa di Koto Panjang Ikua Koto. Adapun di Kecamatan Nanggalo, sebanyak 45 jiwa terdampak di Tabing Banda Gadang. Sebaliknya, jumlah warga terdampak di Gurun Laweh dan Batipuah Panjang masih dalam tahap pendataan. Laporan resmi BPBD mengonfirmasi tidak ada korban jiwa yang hilang maupun mengalami luka-luka.

Baca  Bandara Internasional Minangkabau Simulasikan Serangan Drone dan Kebakaran Pesawat dalam Latihan Kedaruratan

Kerusakan Rumah dan Infrastruktur

Dampak material diperkirakan merendam sekitar 120 unit rumah warga. Estimasi persebaran rumah terendam melingkupi 20 unit di Tabing Banda Gadang, 60 unit di Kuranji, serta 40 unit di Lubuk Minturun. Kerusakan fisik bangunan teridentifikasi di Kelurahan Kuranji dengan rincian lima rumah rusak, terdiri dari empat unit rusak sedang dan satu unit rusak berat. Nilai total kerugian materil hingga kini masih diproses oleh tim pendata.

Bencana ini turut memutus fasilitas umum. Kerusakan infrastruktur melanda kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, tepatnya di area sekitar PDAM. Akses jalan utama yang biasa dilalui masyarakat setempat terputus total.

Proses Evakuasi dan Kondisi Pengungsian

Tim SAR Gabungan diterjunkan ke lokasi untuk menyelamatkan warga dari kepungan air. Sebanyak 238 jiwa berhasil dievakuasi dari lima titik rawan. Proses evakuasi terbesar berlangsung di Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun meliputi Kompleks Cluster Grandia, Cluster Lumin Park, dan Lumin Park dengan total 178 jiwa yang diselamatkan.

Selain itu, petugas mengevakuasi 30 jiwa dari Perumahan Abi dan 5 jiwa dari Kampung Apa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto. Di kawasan Kelurahan Kuranji, evakuasi menyasar 20 jiwa di Lapau Munggu dan 5 jiwa di Guo.

Saat ini, seluruh pengungsi yang berjumlah 672 orang terpusat di Kelurahan Kuranji. Sebanyak 367 orang memilih bertahan di rumah warga dan tenda pengungsian kawasan Lapau Munggu. Sebanyak 250 orang menempati tempat pengungsian di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 orang selebihnya mengungsi di Warung Jembatan Guo.

Penyaluran Logistik dan Penanganan Darurat

Baca  Bukittinggi Diguncang Gempa Tektonik Dangkal M3,1 Akibat Aktivitas Sesar Sianok

Penyaluran bantuan logistik telah berjalan sejak Sabtu, 10 Oktober 2026. Bank Nagari bersama Bagian Umum Pemerintah Kota Padang mendistribusikan 500 bungkus nasi siap saji untuk warga terdampak di Koto Tangah dan Kuranji. BPBD Kota Padang turut menyalurkan bantuan selimut, masing-masing 60 lembar ke Kuranji dan 40 lembar ke Koto Tangah.

Dinas Sosial Kota Padang menyuplai bantuan berupa 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 250 bungkus nasi, 30 paket family kit, 16 paket pakaian anak (kids wear), 30 lembar selimut, serta 30 lembar kasur. Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat memasok 50 lembar selimut untuk Koto Tangah, 40 paket makanan siap saji, 40 paket makanan anak, 40 lembar kasur matras, dan 7 dus air mineral.

Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, relawan bencana, dan masyarakat. Operasi tanggap darurat disokong ragam sarana seperti perahu penyelamatan, armada ambulans, peralatan tali, helm rescue, jaket pelampung (life jacket), mobil rescue, hingga truk serbaguna. Salah satu prioritas fisik yang tengah dikerjakan BPBD adalah perbaikan tanggul jebol pada aliran sungai di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji.

Kendala Lapangan dan Imbauan Kewaspadaan

Meskipun penanganan terus digencarkan, operasi darurat di lapangan menghadapi kendala teknis. “Personel belum memadai, peralatan dan logistik belum mencukupi, sementara daerah terdampak luas dan sejumlah akses jalan terendam banjir,” kata Hendri.

Pihak BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana susulan seperti banjir lanjutan, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

“Masyarakat kami harapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama potensi bencana susulan masih mengintai,” ujar Hendri. (*)