Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur resmi merilis prakiraan cuaca maritim untuk wilayah perairan Sumatera Barat yang berlaku mulai 2 Juni hingga 5 Juni 2026. Prakiraan tersebut mencakup kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang laut, serta prediksi pasang surut air laut. Masyarakat, nelayan, dan pelaku pelayaran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang periode akhir prakiraan ketika potensi gelombang tinggi semakin signifikan.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menegaskan bahwa kondisi laut di sejumlah titik perairan Sumatera Barat berpotensi berbahaya bagi aktivitas kelautan. “Potensi tinggi gelombang mencapai 4,0 meter di wilayah perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai pada periode 4 hingga 5 Juni 2026. Pastikan kondisi cuaca mendukung agar aktivitas di laut aman dan nyaman,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Periode Pertama: 2 Juni 2026 Pukul 07.00 WIB – 3 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB
Pada periode pertama, langit di sebagian besar wilayah perairan Sumatera Barat diprakirakan dalam kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan secara khusus terpantau di wilayah perairan Padang–Padang Pariaman dan Timur Siberut.
Dari sisi dinamika angin, hembusan berasal dari arah Timur hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 1 hingga 7 knots, tergolong angin lemah hingga sedang. Adapun kondisi gelombang laut pada periode ini bervariasi antara rendah hingga sedang, namun perlu diwaspadai potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter di wilayah perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Periode Kedua: 3 Juni 2026 Pukul 07.00 WIB – 4 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB
Memasuki periode kedua, kondisi atmosfer di perairan Sumatera Barat diprakirakan mengalami peningkatan tutupan awan. Cuaca diperkirakan berkisar antara cerah berawan hingga berawan tebal, tanpa indikasi hujan signifikan di periode tersebut.
Pola angin bergeser ke arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan yang lebih rendah, yakni 1 hingga 5 knots. Meskipun kecepatan angin menurun, kondisi gelombang justru meluas jangkauannya. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran sedang, dengan potensi mencapai 2,5 meter yang kini menjangkau lebih banyak wilayah perairan, meliputi Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Periode Ketiga: 4 Juni 2026 Pukul 07.00 WIB – 5 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB
Periode ketiga menjadi yang paling kritis dalam prakiraan kali ini. Cuaca diprakirakan masih berkisar antara cerah berawan hingga berawan tebal, sementara angin berhembus dari arah Timur hingga Barat Laut dengan kecepatan 1 hingga 4 knots.
Namun demikian, kondisi gelombang meningkat ke kategori sedang hingga tinggi. BMKG mencatat dua zona dengan tingkat risiko berbeda. Di perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora, tinggi gelombang berpotensi mencapai 2,5 meter. Sementara itu, di perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai, gelombang laut berpotensi mencapai ketinggian 4,0 meter, kondisi yang tergolong berbahaya bagi kapal-kapal kecil maupun aktivitas penangkapan ikan di laut lepas.
Prediksi Pasang Surut Air Laut: 2 Juni 2026
Selain prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur turut merilis prediksi pasang surut air laut untuk tanggal 2 Juni 2026. Kondisi air laut diprakirakan mengalami pasang pada dua rentang waktu, yakni pukul 05.00–09.00 WIB dan pukul 19.00–21.00 WIB.
Adapun kondisi surut diprakirakan terjadi pada pukul 00.00–02.00 WIB dan pukul 13.00–15.00 WIB. Informasi pasang surut ini penting untuk diperhatikan oleh nelayan, operator pelabuhan, serta masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir guna menghindari potensi banjir rob maupun kendala navigasi kapal.
Imbauan untuk Nelayan dan Pelaku Pelayaran
Memperhatikan dinamika cuaca dan gelombang yang terus meningkat selama periode prakiraan, BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau seluruh pemangku kepentingan di sektor kelautan untuk memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi lembaga.
Masyarakat dapat mengakses informasi prakiraan cuaca maritim terkini melalui situs resmi BMKG di https://maritim.bmkg.go.id. Pembaruan data secara real-time di laman tersebut memungkinkan nelayan, pelaut, dan pengguna jasa laut lainnya untuk mengambil keputusan yang tepat sebelum melaut.
Prakiraan cuaca maritim ini diterbitkan oleh BMKG Maritim Teluk Bayur pada Senin, 1 Juni 2026, dan berlaku untuk aktivitas pelayaran serta kelautan di seluruh perairan Sumatera Barat selama periode yang telah ditetapkan. (*)











