Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur menerbitkan peringatan dini mengenai dinamika cuaca ekstrem yang diprediksi melanda perairan Sumatera Barat. Berdasarkan pantauan terbaru, fluktuasi cuaca dan kenaikan tinggi gelombang signifikan diperkirakan terjadi selama periode 5 hingga 8 Mei 2026.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengonfirmasi adanya fenomena dinamika atmosfer yang memicu ketidakstabilan cuaca di wilayah tersebut. Pihaknya mengimbau para nelayan serta operator transportasi laut untuk meningkatkan standar keselamatan selama beraktivitas.
“Kami memantau adanya potensi hujan petir dan eskalasi tinggi gelombang di titik-titik strategis perairan Sumatera Barat,” ungkap Sahat dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Analisis Cuaca dan Gelombang 5-6 Mei 2026
Pada periode awal, yakni Selasa, 5 Mei 2026 mulai pukul 07.00 WIB, cuaca diprediksi akan didominasi awan tebal hingga hujan petir. Wilayah yang terdampak meliputi Pesisir Selatan, Timur Siberut, serta kawasan Timur dan Barat Pagai. Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur perairan Agam, Pasaman Barat, hingga Padangpariaman.
Terkait kondisi angin, massa udara diprakirakan bergerak dari Timur Laut menuju Barat dengan kecepatan rendah, yakni 1 hingga 7 knots. Meski demikian, tinggi gelombang di Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai patut diwaspadai karena berisiko mencapai 2,5 meter.
Memasuki Rabu, 6 Mei 2026, intensitas hujan petir diperkirakan sedikit menyempit ke area Pesisir Selatan dan Timur Sipora. Namun, mayoritas wilayah laut lainnya tetap berpotensi mengalami hujan ringan dengan tinggi gelombang konsisten di angka 2,5 meter, khususnya di perairan Barat Siberut, Sipora, dan Pagai.
Peningkatan Gelombang Tinggi 7-8 Mei 2026
Kondisi maritim diprediksi kian menantang pada 7 hingga 8 Mei 2026. Data BMKG menunjukkan adanya lonjakan tinggi gelombang yang mencolok di perairan Barat Siberut yang mencapai 4,0 meter. Secara kolektif, hampir seluruh perairan Sumatera Barat termasuk wilayah Padang dan Agam akan berada dalam kategori gelombang sedang hingga tinggi.
Cuaca pada periode ini juga diprediksi mengalami gejolak hebat. Hujan petir diperkirakan merata mulai dari garis pantai Padang – Padangpariaman hingga gugusan Kepulauan Mentawai. Arah angin juga terpantau bergeser dari Tenggara menuju Utara dengan kecepatan maksimal 7 knots.
Prediksi Pasang Surut 5 Mei 2026
Sebagai panduan operasional di wilayah pesisir dan pelabuhan, BMKG merilis detail pasang surut untuk tanggal 5 Mei 2026, yaitu waktu pasang diprediksi terjadi pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sementara itu, waktu surut akan terjadi dua kali, yakni pada sore hari pukul 14.00 – 16.00 WIB dan dini hari pukul 01.00 – 03.00 WIB
Sahat Mauli Pasaribu menekankan agar masyarakat tetap waspada dan proaktif memperbarui informasi melalui situs resmi maritim.bmkg.go.id. “Pastikan kondisi cuaca mendukung agar aktivitas maritim Anda tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)












