Kabarito.id – Arus lalu lintas di kawasan Cubadak Bungkuak, Padang Panjang, sempat mengalami kemacetan akibat adanya satu unit truk yang mengalami kerusakan, Jumat pagi (2/10/2026). Peristiwa tersebut memaksa kepolisian menerapkan sistem buka-tutup jalur guna mengurai antrean kendaraan di lokasi.
Berdasarkan laporan pemantauan di lapangan pada pukul 06.25 WIB, kendala teknis kendaraan besar tersebut memicu kepadatan arus kendaraan yang melintas. Truk yang membawa muatan beras itu dilaporkan telah mengalami kerusakan sejak dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.30 WIB.
Kasatlantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengonfirmasi situasi gangguan arus kendaraan tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk mengatur kelancaran arus kendaraan serta melakukan tindakan penanganan cepat.
“Kita laporkan pantauan arus lalin tepatnya di kawasan Cubadak Bungkuak, Padang Panjang, terpantau untuk arus lalin buka-tutup dikarenakan ada satu kendaraan rusak. Kita upayakan untuk digeser ke tempat yang agak luas kendaraan tersebut,” ujar AKP Pifzen Finot, Jumat (2/10/2026).
Proses evakuasi armada pengangkut logistik tersebut berlangsung hingga pagi hari. Petugas Satlantas Polres Padang Panjang terus mengupayakan pergeseran badan truk agar tidak mengganggu lajur jalan utama. Langkah ini dilakukan mengingat muatan bahan pokok yang diangkut cukup berat sehingga membutuhkan proses pemindahan yang berhati-hati.
Upaya penanganan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 07.40 WIB, kendaraan angkutan barang tersebut telah berhasil diderek dan dipindahkan dari jalan utama menuju lokasi pemberhentian sementara.
“Pukul 07.40 WIB truk sudah diderek ke rest area, lalin sudah bisa dilalui kembali,” kata AKP Pifzen Finot menambahkan.
Setelah proses penderekan armada pengangkut beras ke rest area selesai dilakukan, rekayasa lalu lintas buka-tutup jalan resmi dihentikan. Saat ini, jalur di kawasan Cubadak Bungkuak telah kembali dibuka secara penuh dan situasi lalu lintas di kawasan Padang Panjang terpantau bergerak normal di kedua arah. (*)












