Kabarito.id – Peristiwa kebakaran melanda sebuah rumah tinggal semi permanen di kawasan perbukitan RT 003 RW 001, Kelurahan Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu malam (27/6/2026). Kobaran api yang membubung tinggi sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi pemukiman yang padat tersebut.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan resmi mengenai amukan si jago merah sekitar pukul 22.43 WIB. Merespons panggilan darurat tersebut, armada penjinak api langsung meluncur satu menit kemudian, tepat pukul 22.44 WIB. Menempuh jarak sekitar 7 kilometer dari Markas Komando (Mako) 113, petugas berhasil tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 22.50 WIB untuk segera melakukan penyekatan agar kebakaran tidak meluas.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops dan Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, membenarkan kejadian darurat tersebut. Menurut penjelasannya, proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan kondisi medan yang cukup berat.
“Kami menghadapi situasi di lapangan dengan akses jalan yang kecil, kondisi perbukitan yang terjal, serta kerumunan masyarakat yang ramai di sekitar lokasi. Namun, berkat kesiapsiagaan petugas, penanganan kebakaran rumah ini dapat diselesaikan secara total pada pukul 23.28 WIB,” kata Rinaldi saat memberikan keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).
Awal mula petaka ini pertama kali disadari oleh seorang ibu rumah tangga setempat bernama Astri Yelmita Asri (54). Saksi mata melihat kobaran api sudah membesar dan mengepul dari arah dapur rumah milik korban. Mengetahui adanya bahaya, saksi segera bergegas melaporkan insiden kebakaran ini kepada pihak Dinas Damkar Kota Padang agar mendapatkan pertolongan cepat.
Rumah berukuran sekitar 20 x 15 meter persegi yang hangus terbakar tersebut diketahui milik Yeni (20), seorang ibu rumah tangga. Akibat peristiwa ini, bangunan semi permanen itu mengalami kerusakan berat dan tidak bisa lagi ditempati. Sebanyak satu kepala keluarga yang terdiri atas 4 orang penghuni terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pihak Damkar memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.
Total kerugian materil akibat kebakaran ini diperkirakan menyentuh angka Rp100 juta. Kendati demikian, respons cepat dari 6 armada pemadam kebakaran bersama 65 personel yang diterjunkan ke lokasi berhasil mencegah dampak yang lebih luas. Petugas sukses melokalisasi api sehingga dua bangunan sekitar dengan luas area terdampak 200 meter persegi berhasil diselamatkan, dengan taksiran nilai aset yang terselamatkan mencapai Rp150 juta.
Dalam operasi pemadaman dan pengamanan ini, penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai unsur instansi di lokasi, antara lain personel Damkar Kota Padang (Peleton C), Kepolisian, TNI, Camat Padang Selatan, pihak Kelurahan, serta jajaran Palang Merah Indonesia (PMI). Adapun mengenai penyebab pasti dari munculnya api hingga kini masih berada dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. (*)













