Sumbar

Pohon Lapuk Tumbang Timpa Bengkel Warga di Pauh, BPBD Padang Tuntaskan Evakuasi

×

Pohon Lapuk Tumbang Timpa Bengkel Warga di Pauh, BPBD Padang Tuntaskan Evakuasi

Sebarkan artikel ini

Kabarito.id – Sebuah pohon kuini berukuran besar mendadak roboh dan menghempas bangunan milik warga di kawasan Jalan Bandes RT 05 RW 03, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Peristiwa yang ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang tersebut berlangsung pada Rabu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Batang pohon yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 10 meter dengan diameter 60 sentimeter itu rubuh lantaran kondisi kayu yang sudah mengalami pelapukan. Robohnya vegetasi tersebut langsung menimpa struktur bangunan yang difungsikan sebagai rumah sekaligus bengkel milik Jefri (47), seorang warga lokal yang berprofesi sebagai teknisi.

Baca  Antisipasi Darurat Perairan, Kantor SAR Padang Gelar Latihan Khusus di Pantai Carolina

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan kejadian darurat tersebut. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski pemilik bangunan mengalami kerugian materiil.

“Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pembersihan serta pemotongan material pohon tumbang tersebut. Saat ini pengerjaan evakuasi di lapangan telah selesai dilaksanakan dengan aman,” ujar Hendri Zulviton dalam keterangannya, Rabu (12/6/2026).

Baca  Prakiraan Cuaca Sumbar 20 Juni 2026: Waspada Padang, Mentawai, hingga Solok Selatan

Berdasarkan pendataan awal di tempat kejadian perkara, kerugian yang dialami korban akibat kerusakan fisik bangunan ditaksir mencapai Rp1 juta.

Dalam proses penanggulangan bencana di lapangan, BPBD Kota Padang bekerja sama dengan sejumlah unsur elemen daerah. Penanganan darurat tersebut melibatkan sinergi dari personel BPBD Kota Padang, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Pauh, pihak Kelurahan Kapalo Koto, Kelompok Siaga Bencana (KSB), hingga anggota Dubalang setempat guna memastikan kondisi lingkungan kembali kondusif. (*)