Kabarito.id – Hanya tersisa sembilan pemain di lapangan selama sekitar lima menit plus tambahan waktu, Adhyaksa FC Bekasi tetap berdiri tegak. Gempuran Semen Padang FC di akhir laga tak mampu menembus pertahanan mereka, dan pertandingan pekan kesembilan Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (8/11/2026) malam, berakhir 1-1.
Adhyaksa lebih dulu unggul pada menit ke-24 lewat sepakan first time Fabio Azka Irawan. Semen Padang menyamakan skor di penghujung babak pertama, menit ke-45, melalui sontekan Ari Maring.
Petaka datang di pengujung pertandingan. Reiva Apriliansyah diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-85. Tiga menit berselang, Eduard Rocky Mandosir menyusul keluar lapangan lewat kartu merah langsung di menit ke-88. Dengan keunggulan dua pemain, Semen Padang terus menekan, tetapi lini belakang Adhyaksa yang rapat bertahan hingga peluit akhir.
Caretaker Adhyaksa FC, Amirul Mukminin, menyebut hasil ini tidak datang dengan mudah. “Alhamdulillah, kami berhasil meraih satu poin ini. Bukan hal yang mudah bagi anak-anak malam ini. Saya sangat mengapresiasi seluruh pemain yang sudah bekerja keras dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Amirul juga menilai tensi panas yang mewarnai laga adalah hal wajar dalam sepak bola. “Saya pikir tensi panas itu biasa dalam pertandingan sepak bola. Yang terpenting anak-anak tetap fokus berjuang,” katanya.
Dari sisi pemain, Muhammad Al Ghazani mengungkapkan bahwa Adhyaksa sejatinya datang untuk membawa pulang tiga poin. Ia mengaku timnya sempat yakin bisa mengamankan kemenangan sebelum laga berubah menjadi drama.
“Pertandingan yang luar biasa buat tim kami. Target awal kami sebenarnya tiga poin, tetapi alhamdulillah kami masih diberi satu poin di laga tandang kali ini. Permainan berjalan cukup bagus, cukup ketat, dan kami sempat yakin bisa mengamankan poin penuh,” tutup Al Ghazani. (*)













