Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau menerbitkan Informasi Prakiraan Cuaca wilayah Sumatera Barat untuk tanggal 9 Oktober 2026. Berdasarkan laporan analisis atmosfer teranyar yang dikeluarkan pada Jumat pagi pukul 09.30 WIB, sebagian besar kabupaten dan kota di provinsi tersebut diproyeksikan mengalami kondisi cuaca yang dinamis sejak pagi hingga dini hari, lengkap dengan ancaman curah hujan berintensitas tinggi.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat, menyampaikan bahwa dinamika cuaca di Sumatera Barat pada hari ini dipengaruhi oleh pergerakan angin yang mengalir dari arah selatan menuju barat dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 kilometer per jam. Selain itu, parameter termal dan kelembapan mencatat suhu udara berada pada rentang 18 hingga 32 derajat Celsius, sementara tingkat kelembaban udara terbilang cukup tinggi, yaitu mencapai 65 hingga 98 persen.
“Kondisi cuaca pada pagi hari secara umum diperkirakan cerah berawan hingga diselimuti udara kabur. Namun, potensi hujan ringan sudah mulai membayangi wilayah Kepulauan Mentawai,” ujar Raafi Darojat dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).
Memasuki waktu siang hingga sore hari, cakupan awan diperkirakan kian menebal dari berawan menjadi hujan ringan. Pada rentang waktu ini, potensi hujan sedang – lebat berpeluang melanda sejumlah daerah pedalaman maupun pesisir, seperti Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, hingga Kabupaten Pasaman.
Memasuki malam hari, fenomena udara kabur dan cuaca berawan masih mendominasi. Potensi presipitasi berintensitas ringan diprediksi meluas ke kawasan Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Sijunjung, serta Dharmasraya. Pada saat yang sama, wilayah Pesisir Selatan dan Solok Selatan diimbau meningkatkan kewaspadaan akibat adanya potensi hujan sedang – lebat.
Adapun pada saat dini hari, kondisi atmosfer diperkirakan tetap berawan hingga berudara kabur. Luapan hujan dengan intensitas ringan diprakirakan masih bertahan di Kepulauan Mentawai, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Sementara itu, wilayah Pesisir Selatan diprediksi masih terus diguyur hujan berskala sedang hingga lebat.
Merujuk pada eskalasi cuaca tersebut, BMKG Minangkabau secara resmi mengeluarkan lembar Peringatan Dini harian agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi.
“Kami menetapkan status Siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Pesisir Selatan dan sekitarnya. Selain itu, status Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat diberlakukan untuk kawasan Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan daerah sekitarnya,” kata Raafi menegaskan.
Masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan tanah longsor diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi melalui saluran informasi BMKG di laman https://www.bmkg.go.id. (*)












