News

Membanggakan! Wijdan Adam Mondale Siswa SMPN 1 Padang Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026, Siap Go Internasional

×

Membanggakan! Wijdan Adam Mondale Siswa SMPN 1 Padang Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026, Siap Go Internasional

Sebarkan artikel ini
Wijdan Adam Mondale, siswa SMPN 1 Padang, raih Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026. (Dok: Istimewa)

Kabarito.id – Wijdan Adam Mondale, pelajar kelas IX E SMP Negeri 1 Padang, membuktikan keunggulannya dalam bidang sains dengan meraih gelar Juara I pada Kompetisi Roket Air Regional Sumatera Barat 2026. Gelaran yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Imam Bonjol, Kota Padang, pada Sabtu (16/5/2026) itu diikuti 71 siswa dari berbagai sekolah menengah pertama dan atas, baik negeri maupun swasta.

Kemenangan tersebut bukan hanya menghadirkan trofi dan uang pembinaan senilai Rp700 ribu bagi Wijdan, tetapi juga membuka jalan baginya untuk mewakili Sumatera Barat pada kompetisi nasional yang rencananya digelar di Malang. Apabila berhasil tampil impresif di tingkat nasional, kesempatan berlaga di ajang Asia Tenggara di Malaysia hingga kompetisi internasional di Jepang menanti di depan mata.

Kompetisi Roket Air yang diselenggarakan oleh Labiaba Indonesia ini merupakan ajang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menguji kemampuan peserta dalam merancang dan meluncurkan roket air dengan akurasi tinggi. Setiap kontestan dituntut memahami prinsip fisika seperti tekanan udara, bobot roket, arah peluncuran, serta teknik pengaturan agar roket mampu meluncur stabil dan tepat sasaran.

Erwan Effendi, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 1 Padang yang mewakili Kepala Sekolah Elfida Jusi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi solid antara pihak sekolah, tenaga pembimbing, dan keluarga siswa.

“Institusi kami senantiasa membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik yang memiliki ambisi menorehkan prestasi. Dukungan maksimal kami berikan supaya talenta mereka terasah sesuai minat dan bakat,” ungkap Erwan, Rabu (20/5/2026).

Baca  Kemenag Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei 2026

Kepala Laboratorium IPA SMPN 1 Padang sekaligus pembimbing Wijdan, Zuraida, menegaskan bahwa kesuksesan ini bukanlah hasil instan. Potensi luar biasa Wijdan sudah terdeteksi sejak ia masih duduk di kelas VII. Sebelumnya, remaja ini telah mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Juara III serta medali perunggu pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024. Setelah pencapaian tersebut, sekolah mulai mengarahkan Wijdan untuk mengasah kemampuannya di bidang roket air.

“Adam telah memperlihatkan kapasitas yang mengesankan sejak pertama kali kami amati. Pasca-OPSI, kami menilai kemampuannya sangat sesuai untuk dikembangkan pada kompetisi roket air,” tutur Zuraida.

Menurut Zuraida, kompetisi roket air bukan sekadar ajang perlombaan konvensional, melainkan arena yang menuntut penguasaan sains secara mendalam. Peserta harus mampu menghitung berbagai variabel teknis seperti tekanan udara, massa roket, trajektori peluncuran, hingga mekanisme pengaturan untuk memastikan roket terbang dengan stabil ke arah target yang telah ditetapkan panitia.

“Ini adalah kombinasi antara ilmu fisika, teknik, dan daya kreativitas. Para siswa belajar menerapkan teori sains dalam konteks praktis yang nyata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zuraida menekankan bahwa motivasi adalah elemen krusial dalam proses pembinaan siswa berprestasi. Dukungan moral yang diberikan secara berkelanjutan membuat siswa memiliki kepercayaan diri lebih tinggi ketika bersaing dengan kompetitor lain.

“Apabila seorang anak telah memiliki kapasitas, tanggung jawab kami adalah memberikan dorongan agar ia meyakini bahwa dirinya mampu menjadi sang juara,” kata Zuraida.

Baca  Gempa M4.2 Guncang Mukomuko Bengkulu, Dipicu Aktivitas Sesar Mentawai

Kompetisi roket air ini merupakan bagian dari sistem berjenjang yang dimulai dari tingkat daerah, regional, nasional, hingga internasional. Labiaba Indonesia, sebagai penyelenggara, telah menjalin kolaborasi dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam rangka pengembangan kompetisi pelajar berbasis STEM di Indonesia.

Zuraida berharap dukungan pemerintah terhadap kegiatan semacam ini semakin ditingkatkan. Selama ini, proses pembinaan dan persiapan kompetisi sebagian besar masih dilakukan secara mandiri melalui kerja sama antara sekolah dan orangtua siswa.

“Ajang seperti ini sangat vital karena dapat menjadi jalur bagi siswa untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Bahkan pencapaian di tingkat nasional bisa menjadi nilai tambah ketika mereka mendaftar ke SMA atau perguruan tinggi,” paparnya.

Saat ini, Wijdan tengah menyelesaikan masa-masa akhir sebagai siswa kelas IX di SMPN 1 Padang. Meski demikian, pihak sekolah optimistis bahwa persiapan lebih intensif pasca ujian sekolah akan membuka peluang lebih besar bagi Wijdan untuk tampil di pentas internasional.

SMP Negeri 1 Padang sendiri memiliki rekam jejak yang konsisten dalam melahirkan siswa-siswa berprestasi di berbagai kompetisi, mulai dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), hingga lomba literasi dan seni di tingkat nasional.

“Jangan pernah berhenti mengejar prestasi. Apapun keahlian yang kalian miliki, teruslah kembangkan untuk hal-hal yang positif,” tutup Zuraida. (*)