News

Kernet Tewas Terlindas Truk Pengangkut Besi di Tanjakan Barangan Padang Pariaman

×

Kernet Tewas Terlindas Truk Pengangkut Besi di Tanjakan Barangan Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
Petugas SAR gabungan mengevakuasi kernet truk yang tewas dalam kecelakaan tunggal di kawasan Barangan, Kuranji, Padang Pariaman, Selasa (7/7/2026). (Dok: Kantor SAR Kelas A Padang)

Kabarito.id – Seorang kernet truk pengangkut besi tewas setelah tubuhnya terlindas dan terjepit di bagian bawah kolong kendaraan yang ia kemudikan di kawasan tanjakan Barangan, Kuranji, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (7/7/2026). Peristiwa nahas ini terjadi ketika truk yang bermuatan besi tersebut gagal menanjak dan tiba-tiba bergerak mundur saat sang kernet turun untuk mengganjal ban.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Hendri, membenarkan kejadian tersebut. Informasi awal mengenai kecelakaan itu diterima tim SAR dari seorang warga bernama Mayer melalui sambungan telepon pada pukul 08.05 WIB, tak lama setelah insiden berlangsung.

“Truk bermuatan besi ini sedang menanjak di kawasan Barangan, Kuranji, namun tidak kuat menanjak. Saat kondisi itu terjadi, kernet turun dari kabin untuk mengganjal ban agar truk tidak mundur. Namun secara tiba-tiba truk justru bergerak mundur dan kernet tersebut tidak sempat menyelamatkan diri sehingga tergilas serta terjepit di bawah kolong kendaraan,” kata Hendri saat menjelaskan kronologi kejadian.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun, peristiwa bermula pada pukul 08.00 WIB ketika truk pengangkut besi tersebut melintasi jalur tanjakan di Barangan, Kuranji. Truk yang membawa muatan berat itu tidak mampu menaklukkan tanjakan sehingga mulai kehilangan tenaga. Dalam situasi tersebut, kernet turun dari kabin dengan maksud mengganjal roda kendaraan agar truk tidak meluncur mundur.

Namun sebelum upaya pengganjalan berhasil dilakukan, truk tiba-tiba bergerak mundur tanpa bisa dikendalikan. Kernet yang berada tepat di belakang kendaraan tidak sempat menghindar sehingga tubuhnya tergilas roda dan terjepit di bagian bawah kolong truk. Sopir truk yang berada di dalam kabin selamat dari kejadian tersebut.

Identitas Korban

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal ini diketahui bernama Ardan, laki-laki berusia 36 tahun, beralamat di Ngalau, Payakumbuh. Ia berstatus meninggal duni di lokasi kejadian.

Baca  Prakiraan BMKG: 9 Perairan Sumbar Hadapi Gelombang 2,5 Meter, Barat Pagai Tertinggi 4 Meter

Sementara itu, sopir truk yang menjadi saksi mata sekaligus selamat dari insiden tersebut bernama Delfius Antoni, laki-laki berusia 43 tahun, yang beralamat di Jalan Riau, Payakumbuh Barat.

Proses Evakuasi Tim SAR Gabungan

Menindaklanjuti laporan kecelakaan, Unit Siaga SAR Agam memberangkatkan tim rescuer pada pukul 08.15 WIB menuju lokasi kejadian perkara (LKP). Tim yang terdiri dari tujuh personel tersebut ditargetkan menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 55 kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.

Lokasi kejadian sendiri berada pada perkiraan koordinat 0°34’00.4″ LS dan 100°09’14.5″ BT. Jarak garis lurus dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Unit Siaga SAR Agam menuju lokasi kejadian tercatat sekitar 32,62 kilometer, dengan radial 148,37 derajat arah tenggara.

Tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.50 WIB. Setelah tiba, tim langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR yang telah lebih dulu berada di lapangan sebelum melaksanakan proses evakuasi terhadap jenazah korban.

Proses evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 08.58 WIB. Jenazah korban yang telah dinyatakan meninggal dunia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Sadikin, Kota Pariaman, untuk penanganan lebih lanjut.

Rangkaian operasi SAR ditutup dengan sesi debriefing yang digelar pukul 09.32 WIB. Dalam sesi tersebut, seluruh tim yang terlibat kembali ke satuan masing-masing setelah menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama proses evakuasi. Kantor SAR Kelas A Padang selanjutnya mengusulkan penutupan operasi SAR untuk kasus ini.

Peralatan dan Unsur yang Dikerahkan

Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama (alut) dan peralatan SAR (palsar), mulai dari mobil rescue tipe 1, peralatan ekstrikasi, peralatan mountaineering, peralatan medis, hingga peralatan komunikasi guna mendukung kelancaran proses evakuasi di lapangan.

Baca  Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 Meninggal, 136 Penumpang Masih Dicari

Operasi pencarian dan pertolongan ini turut melibatkan kolaborasi berbagai unsur, yakni tujuh personel dari Unit Siaga SAR Agam, dua prajurit TNI, dua anggota Polri, serta dua belas warga masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi kunci kelancaran proses evakuasi korban di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota tersebut.

Kondisi Cuaca Mendukung Evakuasi

Hendri menambahkan, tidak ditemukan faktor penghambat yang berarti selama proses evakuasi berlangsung. Kondisi cuaca pada saat kejadian maupun proses evakuasi tercatat cerah, sehingga turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian operasi SAR dari awal penerimaan informasi hingga proses debriefing.

“Alhamdulillah, cuaca pada saat pelaksanaan evakuasi dalam kondisi cerah, sehingga tim tidak mengalami hambatan berarti di lapangan. Seluruh proses mulai dari keberangkatan hingga evakuasi korban dapat berjalan sesuai prosedur,” ujar Hendri.

Imbauan Keselamatan Berkendara

Kecelakaan tunggal yang melibatkan truk bermuatan berat di kawasan tanjakan seperti ini bukan kali pertama terjadi di jalur-jalur perbukitan Sumatera Barat. Medan jalan yang menanjak dan berkelok kerap menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan bermuatan besar, terutama jika kondisi mesin atau rem tidak dalam performa optimal.

Kantor SAR Kelas A Padang melalui Hendri mengimbau para pengemudi kendaraan bermuatan berat untuk senantiasa memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, sebelum melintasi jalur tanjakan. Kewaspadaan ekstra juga perlu diterapkan oleh kernet maupun kru kendaraan saat harus turun di tengah jalan untuk mengganjal ban, mengingat risiko truk bergerak mundur secara tiba-tiba dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja bagi para pengemudi dan kernet truk logistik, khususnya yang kerap melintasi jalur-jalur ekstrem dengan kontur tanjakan curam di wilayah Sumatera Barat. (*)