Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur resmi merilis prakiraan cuaca maritim untuk wilayah perairan Sumatera Barat periode 18 hingga 21 Juni 2026. Informasi yang diterbitkan pada Rabu (17/6/2026) ini mencakup kondisi cuaca, angin, gelombang laut, serta prediksi pasang surut yang penting untuk diketahui oleh para nelayan, pelaut, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG Maritim Teluk Bayur, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah perairan Sumatera Barat selama periode tersebut diprakirakan bervariasi antara cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan diperkirakan turun di sejumlah wilayah perairan strategis, mulai dari Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, hingga kawasan perairan di sekitar gugusan Kepulauan Mentawai.
Periode Pertama: 18 Juni 2026 Pukul 07.00 WIB – 19 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB
Pada periode pertama yang berlaku mulai 18 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 19 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat diprakirakan cerah berawan diselingi hujan ringan. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Dari sisi angin, BMKG memantau pergerakan angin dari arah Timur hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 1 hingga 8 knot. Kondisi ini tergolong ringan, namun tetap perlu diwaspadai oleh kapal-kapal kecil yang beroperasi di wilayah terbuka.
Adapun kondisi gelombang laut pada periode ini diprakirakan berada pada kategori rendah hingga sedang. Namun demikian, BMKG secara khusus memperingatkan potensi tinggi gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter di wilayah perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Wilayah-wilayah tersebut merupakan perairan terbuka yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, sehingga rentan mengalami gelombang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di sekitarnya.
Periode Kedua: 19 Juni 2026 Pukul 07.00 WIB – 20 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB
Memasuki periode kedua yang berlaku sejak 19 Juni 2026 pukul 07.00 WIB sampai dengan 20 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca bergeser menjadi berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan masih mengancam wilayah perairan yang sama, yaitu Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, dan Barat Pagai.
Arah angin pada periode ini berpindah dari Utara hingga Barat, dengan kecepatan antara 2 hingga 6 knot, sedikit lebih lemah dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi gelombang laut masih dikategorikan rendah hingga sedang, namun potensi gelombang tinggi tetap perlu diwaspadai.
Pada periode ini, cakupan wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5 meter justru meluas, mencakup perairan Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi laut di sekitar Kepulauan Mentawai pada 19–20 Juni 2026 memerlukan kewaspadaan ekstra dari para pelaut dan nelayan yang hendak melaut.
Periode Ketiga: 20 Juni 2026 Pukul 07.00 WIB – 21 Juni 2026 Pukul 06.00 WIB
Pada periode terakhir yang berlaku mulai 20 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 21 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, prakiraan cuaca kembali serupa dengan periode pertama, yakni cerah berawan diselingi hujan ringan. Wilayah perairan yang berpotensi dilanda hujan ringan tetap mencakup Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Angin pada periode ini berhembus dari arah Utara hingga Barat Laut dengan kecepatan 2 hingga 6 knot. Kondisi ini relatif tenang, meski tetap perlu diperhatikan bagi kapal-kapal berukuran kecil.
Serupa dengan periode sebelumnya, gelombang tinggi hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai hingga 21 Juni 2026 pukul 06.00 WIB. BMKG mengimbau agar masyarakat dan pelaku usaha pelayaran di kawasan tersebut untuk tidak mengabaikan peringatan ini demi keselamatan bersama.
Prediksi Pasang Surut 18 Juni 2026
Selain prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis prediksi pasang surut perairan untuk 18 Juni 2026. Berdasarkan data tersebut, air laut diprakirakan mengalami pasang pada dua rentang waktu, yakni pukul 07.00–10.00 WIB dan pukul 20.00–22.00 WIB.
Sementara itu, kondisi surut diperkirakan terjadi pada pukul 13.00–16.00 WIB dan pada dini hari, yakni pukul 00.00–03.00 WIB. Informasi ini sangat berguna bagi nelayan, operator pelabuhan, dan masyarakat pesisir yang perlu menyesuaikan jadwal aktivitas mereka dengan kondisi pasang surut laut.
Imbauan BMKG: Pantau Informasi Terkini Sebelum Berlayar
BMKG Maritim Teluk Bayur menegaskan pentingnya pemantauan informasi cuaca secara berkala sebelum melakukan aktivitas di laut. Pihak BMKG mengimbau seluruh masyarakat, terutama para nelayan dan awak kapal, untuk selalu mengakses informasi prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna memastikan keselamatan dalam setiap aktivitas maritim.
“Potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter terpantau di sejumlah wilayah perairan, termasuk Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Masyarakat dan pelaku pelayaran diminta memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.” ujar Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, Rabu (17/6/2026).
Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca maritim Sumatera Barat dan wilayah lainnya dapat diakses secara daring melalui situs web resmi BMKG di https://maritim.bmkg.go.id. (*)












