Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat, Rabu (6/5/2026). Prakirawan BMKG memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi mengguyur 14 kabupaten dan kota.
Berdasarkan analisis cuaca yang dirilis BMKG Minangkabau pada pukul 08.50 WIB, kondisi atmosfer pada pagi hari masih relatif cerah berawan hingga berawan. Namun, lima kabupaten sudah berpotensi diguyur hujan ringan, yakni Kepulauan Mentawai, Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, dan Sijunjung.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca mengalami perubahan signifikan. Awan hujan diprediksi meluas dan meningkat intensitasnya. BMKG mencatat 14 wilayah akan mengalami hujan dengan kategori sedang hingga lebat, meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Prakirawan BMKG menambahkan, kondisi berawan dengan intensitas hujan ringan masih akan berlanjut pada malam hari di 11 kabupaten/kota. Sementara tiga daerah, yaitu Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya, masih berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat. Kondisi mulai mereda memasuki dini hari dengan hanya Solok Selatan dan Dharmasraya yang diprediksi masih mengalami hujan ringan.
Parameter cuaca lainnya menunjukkan suhu udara berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembaban udara mencapai 65 sampai 98 persen. Angin berhembus dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 4 hingga 18 kilometer per jam.
BMKG Minangkabau secara khusus mengeluarkan peringatan dini harian kepada masyarakat agar mewaspadai dampak dari curah hujan sedang hingga lebat. Fenomena ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di 14 wilayah yang telah disebutkan beserta kawasan sekitarnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG di situs www.bmkg.go.id atau aplikasi mobile BMKG. Warga yang tinggal di daerah rawan bencana disarankan meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk langkah antisipasi.
Informasi prakiraan cuaca ini merupakan bagian dari layanan publik BMKG untuk memberikan peringatan dini guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat Sumatera Barat. (*)













