Kabarito.id – Kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Komplek Vila Raya Indah Blok C 2, RT 002 RW 011, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (9/6/2026). Insiden tersebut menghanguskan satu unit rumah tinggal yang juga difungsikan sebagai depot air minum serta warung P&D.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan musibah ini pada pukul 14.10 WIB. Menanggapi laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian dalam waktu satu menit. Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 14.16 WIB dengan jarak tempuh sekitar 1,8 kilometer dari Markas Komando (Mako) 113.
Kepala Seksi Operasional Dinas Damkar Kota Padang, Sutopo, memaparkan bahwa kobaran api melahap area seluas kurang lebih 20×10 meter persegi. Untuk menjinakkan si jago merah agar tidak meluas ke area sekitarnya, petugas harus berjuang ekstra di tengah kepungan warga dan akses jalan yang sempit.
“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Dalam penanganan ini, Dinas Damkar Kota Padang menerjunkan kekuatan penuh dengan mengerahkan 8 armada mobil pemadam dan didukung oleh 90 personel di lapangan,” ujar Kepala Seksi Operasional Dinas Damkar Kota Padang, Sutopo saat memberikan keterangan pers, Selasa sore.
Sutopo menambahkan, petugas dari Peleton C dibantu elemen terkait berhasil memutus perambatan api sehingga penanganan total dinyatakan selesai pada pukul 15.08 WIB. Berkat kesigapan petugas, potensi dampak kebakaran yang sempat mengancam area seluas 50×50 meter persegi dan sekitar 10 bangunan di sekitarnya berhasil diredam. Estimasi aset yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 1,2 miliar.
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika seorang saksi mata bernama Andri (62), melihat kemunculan percikan api yang bersumber dari arah dapur rumah tersebut. Menyadari bahaya yang mengancam, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemadam kebakaran.
Rumah dan tempat usaha yang mengalami kerusakan berat tersebut diketahui milik seorang warga bernama Haryansyah (44). Akibat insiden ini, sebanyak 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 8 orang penghuni terpaksa harus mengungsi karena bangunan tempat tinggal mereka tidak lagi dapat ditempati. Total kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan menembus angka Rp800 juta.
Selain kerugian kebendaan, peristiwa ini juga memakan satu orang korban luka-luka. Korban diidentifikasi bernama A Basli Sikumbang, seorang pedagang lansia berusia 82 tahun. Sementara itu, pihak pemadam memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari munculnya percikan api yang memicu kebakaran besar tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. (*)













