Sumbar

Kapolsek Pauh AKP Edi Harto Tegaskan Kesiapsiagaan Penting untuk Mitigasi Risiko Bencana

×

Kapolsek Pauh AKP Edi Harto Tegaskan Kesiapsiagaan Penting untuk Mitigasi Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Pauh AKP Edi Harto, S.H., M.H., saat menghadiri Musyawarah Kecamatan di Aula Kantor Camat Pauh, Jumat (30/10/2026). (Dok: Polsek Pauh)

Kabarito.id – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pauh, AKP Edi Harto, S.H., M.H., menekankan pentingnya langkah preventif dan edukasi dalam menghadapi potensi musibah alam. Menurutnya, kesiapsiagaan mengurangi risiko bencana menjadi kunci utama keselamatan masyarakat di wilayah rawan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menghadiri Musyawarah Kecamatan yang mengusung tema “Membangun Kesadaran, Memperkuat Kesiapsiagaan, Mengurangi Risiko Bencana”. Kegiatan musyawarah ini diselenggarakan di Aula Kantor Camat Pauh, Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, AKP Edi Harto membeberkan sejumlah panduan praktis bagi warga dalam merespons situasi darurat. Langkah pertama yang paling krusial ketika bencana terjadi adalah menjaga ketenangan pikiran serta tidak bersikap panik.

Baca  Ini Tujuan Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau: Tekan Harga Cabai dan Inflasi

“Warga ketika terjadi bencana yang pertama jangan panik, harus tetap tenang. Sediakan satu tas untuk menyimpan surat-surat penting, obat-obatan, dan senter. Intinya selamatkan diri kita dulu, tinggalkan saja mobil, motor, dan barang yang lain,” ujar AKP Edi Harto.

Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus selalu diprioritaskan di atas harta benda. Penyiapan satu tas khusus berisikan dokumen berharga, pasokan obat-obatan dasar, serta alat penerangan seperti senter akan sangat membantu mempercepat proses evakuasi mandiri ketika keadaan darurat melanda.

Baca  Tim Klewang Polresta Padang Tangkap Pencuri AC dan Pompa Air di Gunung Pangilun

Dengan adanya langkah koordinatif dalam Musyawarah Kecamatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat di Kecamatan Pauh semakin meningkat sehingga dampak dan kerugian akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin. (*)