Sumbar

55 KK Terima Bantuan Perbaikan Rumah Akibat Bencana Hidrometeorologi di Padang

×

55 KK Terima Bantuan Perbaikan Rumah Akibat Bencana Hidrometeorologi di Padang

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Padang Fadly Amran salurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Selasa (28/4/2026). (Dok: BPBD Padang)

Kabarito.id – Pemko Padang mengucurkan dana stimulan rehabilitasi perumahan kepada 55 kepala keluarga yang menjadi korban bencana hidrometeorologi November 2025. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Selasa (28/4/2026).

Para penerima bantuan tersebar di empat wilayah kecamatan. Kecamatan Koto Tangah mencatat jumlah penerima terbanyak dengan 14 KK, disusul Kecamatan Nanggalo 17 KK, Kecamatan Pauh 16 KK, dan Kecamatan Kuranji 8 KK.

Program stimulan ini ditujukan untuk membantu warga memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pemerintah mengklasifikasikan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan. Sebanyak 31 unit hunian berkategori rusak ringan memperoleh alokasi dana sebesar Rp15 juta per unit. Sementara 24 unit rumah dengan tingkat kerusakan sedang mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta per unit.

Baca  Wali Kota Fadly Amran Lantik Sekda Raju Minropa dan Ratusan Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa program stimulan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Program ini juga bertujuan mendorong kemandirian warga dalam melakukan perbaikan hunian agar kembali aman dan layak huni.

“Ini bukan sekadar wujud kepedulian, tetapi langkah konkret mempercepat rehabilitasi hunian warga terdampak supaya masyarakat dapat segera bangkit pascabencana,” kata Fadly Amran saat penyerahan bantuan.

Fadly menjelaskan mekanisme pencairan bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, penerima mendapat 70 persen dari total dana. Tahap kedua, sisa 30 persen dicairkan setelah progres perbaikan mencapai target. Penggunaan dana diarahkan prioritas untuk pengadaan material bangunan. Adapun alokasi upah tukang dibatasi maksimal 25 persen dari nominal yang dicairkan pada masing-masing tahap guna memastikan dana benar-benar terserap untuk rehabilitasi fisik bangunan.

Baca  Wagub Sumbar Alami Kecelakaan saat Perjalanan Dinas dari Solok Selatan menuju Padang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan laporan bahwa program stimulan rehabilitasi perumahan ini merupakan bagian integral dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Padang pada November 2025. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat mempercepat proses pemulihan sekaligus meningkatkan ketangguhan komunitas dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, pimpinan Kantor Cabang PT Bank Negara Indonesia, para camat, serta seluruh penerima bantuan stimulan perbaikan rumah terdampak bencana hidrometeorologi. (*)