Sumbar

25 Kali Kejadian Gempabumi Tercatat di Wilayah PGR VI Periode 15-21 Mei 2026

×

25 Kali Kejadian Gempabumi Tercatat di Wilayah PGR VI Periode 15-21 Mei 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gempa. (Dok: Stekom)

Kabarito.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang merilis data aktivitas seismik terkini untuk wilayah Pengamatan Gempabumi Regional (PGR) VI. Dalam kurun waktu 15 hingga 21 Mei 2026, tercatat sebanyak 25 kali kejadian gempabumi yang terekam oleh jaringan sensor seismik di kawasan Sumatera Barat dan sekitarnya.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menyampaikan laporan rutin mingguan terkait kondisi kegempaan regional tersebut.

“Aktivitas kegempaan di Sumatera Barat dan sekitarnya akan kami informasikan kembali pada Jumat ini. Terdapat 25 kejadian gempabumi dalam sepekan terakhir,” ujar Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan analisis data seismik, seluruh rangkaian gempabumi yang terjadi dalam periode pelaporan ini dipicu oleh dua faktor geologi utama. Pertama, aktivitas pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi Samudera Hindia. Kedua, pergerakan aktif pada sistem Sesar Sumatera yang membentang sepanjang pulau tersebut.

Baca  Kebakaran Rumah Kos di Nanggalo Padang, Kerugian Capai Rp70 Juta

Dari sisi distribusi kekuatan gempa, mayoritas kejadian berada pada kategori magnitudo rendah. Sebanyak 22 gempa tercatat memiliki magnitudo di bawah 3 skala Richter. Sementara tiga kejadian lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5. Gempa terkuat dalam periode ini mencapai magnitudo 4,4, sedangkan yang terlemah hanya 1,7.

Klasifikasi berdasarkan kedalaman hiposenter menunjukkan pola serupa. Sebanyak 22 gempabumi terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, yang tergolong gempa dangkal. Tiga kejadian lainnya berada pada kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Gempa terdalam terekam pada 157 kilometer di bawah permukaan laut, sementara yang paling dangkal hanya 3 kilometer.

Baca  Prakiraan Cuaca Maritim Sumbar: Waspada Gelombang 2,5 Meter di Wilayah Ini

Kabar menggembirakan bagi masyarakat Sumatera Barat, tidak satu pun dari 25 kejadian gempabumi tersebut dirasakan oleh penduduk di permukaan. Hal ini mengindikasikan bahwa intensitas dan lokasi episenter gempa tidak cukup signifikan untuk menimbulkan getaran yang terasa hingga ke pemukiman warga.

BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang terus memantau aktivitas seismik secara kontinu selama 24 jam penuh. Lembaga ini secara berkala menyebarluaskan informasi terpercaya mengenai kondisi kegempaan melalui kanal komunikasi resminya untuk memberikan edukasi dan kewaspadaan kepada masyarakat Sumatera Barat.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk mendapatkan data akurat seputar aktivitas gempabumi di wilayah mereka. (*)